Jumat, 05 Juni 2015

Resensi Novel Love Puzzle


Resensi Novel Love Puzzle

Judul Novel     : Love Puzle

Penulis             : Eva Sri Rahayu
Penerbit           : Noura Books
Cetakan           : ke-1, November 2013
ISBN               : 978-602-1606-04-9
Tebal Novel     : 286 halaman
Ukuran Novel : 13x19cm
Harga Novel    : Rp 49.000,-









Sinopsis:
Rasi memberi senyuman, tetapi cowok itu malah tidak mengacuhkannya
            “ Raja ? “ sapa Rasi
            “ Sori? “ Kening cowok itu berkerut.
            “ Kamu Raja kan? “ Tanya Rasi lagi.
            “ Hmm, enggak usah sok kenal deh,” balas Raja dingin.

Rasi melengkungkan bibirnya, cowok keren memang sering kena amnesia! “Engga usah nyebelin gitu deh. Kamu kan yang nanya-nanya soal fotografi di atap BIM kemarin? Kalau aku salah orang biasa aja deh.”

Raja merespon perkataannya dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi Raja kembali sinis. “Dengar ya, aku engga kenal kamu! “ geram Raja penuh penekanan.


Novel ini bertemakan percintaan remaja dan juga krisis identitas diri yang sering dihadapi remaja dalam keluarga. Dibalut dengan kisah misteri dan persahabatan yang rumit juga menarik. Alur ceritanya dapat membuat pembaca penasaran untuk membaca sampai akhir.
            Tokoh- tokoh yang dihadirkan adalah para remaja. Rasi sang tokoh utama cewek dan teman-temannya, juga Ayara, adalah murid-murid sekolah menengah atas. Raja dan Iskandar juga diceritakan sebagai cowok remaja. Tokoh-tokoh ini memiliki kepribadian unik masing-masing sehingga cerita dan konflik menjadi menarik untuk terus diikuti. Kehadiran orang tua Raja juga menjadi karakter menarik dan hidup.
Kehadiran para tokoh yang dipadukan dengan dengan beragamnya setting (waktu dan tempat) melahirkan konflik-konflik kecil di samping konflik besar yang menjadi pokok dalam novel ini. Setting masa sekarang dan kepingan-kepingan puzzle di masa lalu yang dilalui para tokoh menimbulkan kepingan-kepingan konflik-konflik kecil yang sebagiannya menyebabkan terjadinya konflik pokok (konflik besar) sang tokoh utama cowok yang juga menjadi kunci untuk menyatukan kepingan-kepingan itu menjadi susunan yang utuh di akhir cerita. Adapun pesan yang ingin disampaikan penulis kepada para remaja, khusunya kepada mereka yang ditakdirkan menjadi anak kembar agar tetap bahagia dengan “warna” dan kepribadian masing-masing tanpa rasa iri dan tidak perlu menjadi pribadi yang berbeda untuk menyenangkan orang lain. Begitu pun kepada para orang tua yang dikaruniai anak kembar, agar memberi perhatian dan kasih sayang dalam porsi yang sama, bukan membanding-bandingkan atau membentuk mereka seperti keinginan pribadi orang tua karena memang “ukuran” masing-masimg orang adalah berbeda. Sebuah pesan yang bagus, dibalut dalam keping-keping puzzle cerita dan peristiwa yang menarik.
Selanjutnya, setting masa lalu yang melatarbelakangi cerita juga terasa sedikit mengganjal. Seperti diceritakan, tragedi naas yang terjadi pada tokoh Iskandar yang menautkan Raja, Ayara, dan orang tua mereka dalam lingkaran kehidupan mereka hingga kini terjadi empat tahun yang lalu. Waktu itu, digambarkan bahwa tokoh Iskandar baru menyelesaikan tes masuk perguruan tinggi, berarti ia dan Raja berada di akhir tahun kelas tiga SMA. Dua minggu sebelumnya Raja terlibat tawuran yang menyebabkan ia menjadi buronan dan mesti bersembunyi. Akan tetapi, pada bagian-bagian bab tersebut penulis tidak menyinggung atau menyebutkan tentang suasana sekolah atau aktivitas mereka di sekolah, lalu mengapa tiba-tiba Iskandar sudah mengikuti ujian masuk universitas? Bukankah di  negeri kita ini ujian masuk universitas dilaksanakan setelah beberapa waktu ujian sekolah dan ujian nasional? Memang hal ini mungkin tak perlu digambarkan oleh penulis dalam cerita, tapi detail-detail yang mendukung sebuah cerita juga hendaknya tidak diabaikan.
          Selain itu, sedikit janggal pada kisah cinta Ayara dengan Iskandar dan Raja. Seperti yang digambarkan bahwa seperti halnya Rasi, Ayara masih duduk di bangku SMK (tidak disebutkan kelas berapa). Kisah naas masa lalu Iskandar terjadi empat tahun lalu (penghujung masa SMA). Jika kita anggap Rasi dan Ayara sama-sama duduk di kelas tiga, maka perbedaan usia Raja/ Iskandar dengan Rasi dan Ayara adalah empat tahun.  Jika kita runut ke empat tahun lalu maka Ayara baru beranjak naik ke kelas tiga SMP. Ayara bahkan sudah bersama-sama dengan kedua cowok itu sejak usia tujuh tahun. Sejak itu pula mereka digambarkan memiliki perasaan cinta yang erat. Cinta Ayara yang posesif malah. Lalu seiring waktu digambarkan perasaan cinta Ayara dan Iskandar, juga Raja begitu mendalam dan romantis.

Kelebihan:
Novel love puzzle ini bergenre romantis yang dipadukan dengan kisah misteri yang menimbulkan rasa penasaran. Novel ini dikemas dengan apik. Pada cover novel dibuat berlubang pada bagian foto sehingga ketika dibuka, akan tampak gambar sebenarnya dari foto itu. Jika kita membuka halaman yang kedua akan tampak 2 orang duduk berdekatan dan disebelah si cewek terdapat sebuah bayangan seorang cowok yang sedang duduk di atap BIM.
Saat membaca novel ini, emosi pembaca tidak dapat diatur. Terkadang bisa senang, marah, takut, sedih bahkan bisa sampai menteskan air mata. Ketika Rasi melihat arwah Iskandar diatap BIM lalu jidat Rasi disentuh oleh arwah Iskandar kita dapat merasa ngeri atau takut saat membayangkan hal tersebut. Lain halnya, saat Alexander diakui oleh orang tua kandungnya sendiri saat itu pula kita dapat merasakan terharu.

Kekurangan:
Di setiap bab-bab pada novel ini, terdapat konflik yang cukup rumit. Terutama pada awal-awal bab novel ini. Pembaca dibuat bingung dengan tokoh-tokoh dalam novel ini. Mengapa Raja bersikap seperti itu, mengapa Ayara tidak mau menerima kejadian itu, mengapa Raja membuat dirinya semakin tenggelam, mengapa Raja harus menikmati semua perlakuan tak mengenakkan padanya, siapa Raja yang ditemuinya kemarin, ada berapakah Raja di dunia ini.

Maka dari itu, terkadang ada yang tidak paham dengan jalan cerita novel ini dan akhirnya tidak melanjutkan membaca novel ini. Padahal konflik dan pesan moral yang terkandung dalam novel ini sangat bagus.