Resensi Novel Love Puzzle
Judul
Novel : Love Puzle
Penulis :
Eva Sri Rahayu
Penerbit : Noura Books
Cetakan : ke-1, November 2013
ISBN : 978-602-1606-04-9
Tebal
Novel : 286 halaman
Ukuran
Novel : 13x19cm
Harga
Novel : Rp 49.000,-
Sinopsis:
Rasi
memberi senyuman, tetapi cowok itu malah tidak mengacuhkannya
“ Raja ? “ sapa Rasi
“ Sori? “ Kening cowok itu berkerut.
“ Kamu Raja kan? “ Tanya Rasi lagi.
“ Hmm, enggak usah sok kenal deh,”
balas Raja dingin.
Rasi
melengkungkan bibirnya, cowok keren memang sering kena amnesia! “Engga usah
nyebelin gitu deh. Kamu kan yang nanya-nanya soal fotografi di atap BIM
kemarin? Kalau aku salah orang biasa aja deh.”
Raja
merespon perkataannya dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi Raja
kembali sinis. “Dengar ya, aku engga kenal kamu! “ geram Raja penuh penekanan.
Novel
ini bertemakan percintaan remaja dan juga krisis identitas diri yang sering
dihadapi remaja dalam keluarga. Dibalut dengan kisah misteri dan persahabatan
yang rumit juga menarik. Alur ceritanya dapat membuat pembaca penasaran untuk
membaca sampai akhir.
Tokoh- tokoh yang dihadirkan adalah para
remaja. Rasi sang tokoh utama cewek dan teman-temannya, juga Ayara, adalah
murid-murid sekolah menengah atas. Raja dan Iskandar juga diceritakan sebagai
cowok remaja. Tokoh-tokoh ini memiliki kepribadian unik masing-masing sehingga
cerita dan konflik menjadi menarik untuk terus diikuti. Kehadiran orang tua
Raja juga menjadi karakter menarik dan hidup.
Kehadiran
para tokoh yang dipadukan dengan dengan beragamnya setting (waktu dan tempat)
melahirkan konflik-konflik kecil di samping konflik besar yang menjadi pokok
dalam novel ini. Setting masa sekarang dan kepingan-kepingan puzzle di masa
lalu yang dilalui para tokoh menimbulkan kepingan-kepingan konflik-konflik
kecil yang sebagiannya menyebabkan terjadinya konflik pokok (konflik besar)
sang tokoh utama cowok yang juga menjadi kunci untuk menyatukan
kepingan-kepingan itu menjadi susunan yang utuh di akhir cerita. Adapun pesan
yang ingin disampaikan penulis kepada para remaja, khusunya kepada mereka yang
ditakdirkan menjadi anak kembar agar tetap bahagia dengan “warna” dan
kepribadian masing-masing tanpa rasa iri dan tidak perlu menjadi pribadi yang
berbeda untuk menyenangkan orang lain. Begitu pun kepada para orang tua yang
dikaruniai anak kembar, agar memberi perhatian dan kasih sayang dalam porsi
yang sama, bukan membanding-bandingkan atau membentuk mereka seperti keinginan
pribadi orang tua karena memang “ukuran” masing-masimg orang adalah berbeda.
Sebuah pesan yang bagus, dibalut dalam keping-keping puzzle cerita dan
peristiwa yang menarik.
Selanjutnya,
setting masa lalu yang melatarbelakangi cerita juga terasa sedikit mengganjal.
Seperti diceritakan, tragedi naas yang terjadi pada tokoh Iskandar yang
menautkan Raja, Ayara, dan orang tua mereka dalam lingkaran kehidupan mereka
hingga kini terjadi empat tahun yang lalu. Waktu itu, digambarkan bahwa tokoh
Iskandar baru menyelesaikan tes masuk perguruan tinggi, berarti ia dan Raja
berada di akhir tahun kelas tiga SMA. Dua minggu sebelumnya Raja terlibat
tawuran yang menyebabkan ia menjadi buronan dan mesti bersembunyi. Akan tetapi,
pada bagian-bagian bab tersebut penulis tidak menyinggung atau menyebutkan
tentang suasana sekolah atau aktivitas mereka di sekolah, lalu mengapa
tiba-tiba Iskandar sudah mengikuti ujian masuk universitas? Bukankah di negeri kita ini ujian masuk universitas dilaksanakan
setelah beberapa waktu ujian sekolah dan ujian nasional? Memang hal ini mungkin
tak perlu digambarkan oleh penulis dalam cerita, tapi detail-detail yang
mendukung sebuah cerita juga hendaknya tidak diabaikan.
Selain itu, sedikit janggal pada
kisah cinta Ayara dengan Iskandar dan Raja. Seperti yang digambarkan bahwa
seperti halnya Rasi, Ayara masih duduk di bangku SMK (tidak disebutkan kelas
berapa). Kisah naas masa lalu Iskandar terjadi empat tahun lalu (penghujung
masa SMA). Jika kita anggap Rasi dan Ayara sama-sama duduk di kelas tiga, maka
perbedaan usia Raja/ Iskandar dengan Rasi dan Ayara adalah empat tahun. Jika kita runut ke empat tahun lalu maka
Ayara baru beranjak naik ke kelas tiga SMP. Ayara bahkan sudah bersama-sama
dengan kedua cowok itu sejak usia tujuh tahun. Sejak itu pula mereka
digambarkan memiliki perasaan cinta yang erat. Cinta Ayara yang posesif malah.
Lalu seiring waktu digambarkan perasaan cinta Ayara dan Iskandar, juga Raja
begitu mendalam dan romantis.
Kelebihan:
Novel
love puzzle ini bergenre romantis yang dipadukan dengan kisah misteri yang
menimbulkan rasa penasaran. Novel ini dikemas dengan apik. Pada cover novel
dibuat berlubang pada bagian foto sehingga ketika dibuka, akan tampak gambar
sebenarnya dari foto itu. Jika kita membuka halaman yang kedua akan tampak 2
orang duduk berdekatan dan disebelah si cewek terdapat sebuah bayangan seorang
cowok yang sedang duduk di atap BIM.
Saat
membaca novel ini, emosi pembaca tidak dapat diatur. Terkadang bisa senang,
marah, takut, sedih bahkan bisa sampai menteskan air mata. Ketika Rasi melihat
arwah Iskandar diatap BIM lalu jidat Rasi disentuh oleh arwah Iskandar kita
dapat merasa ngeri atau takut saat membayangkan hal tersebut. Lain halnya, saat
Alexander diakui oleh orang tua kandungnya sendiri saat itu pula kita dapat
merasakan terharu.
Kekurangan:
Di
setiap bab-bab pada novel ini, terdapat konflik yang cukup rumit. Terutama pada
awal-awal bab novel ini. Pembaca dibuat bingung dengan tokoh-tokoh dalam novel
ini. Mengapa Raja bersikap seperti itu, mengapa Ayara tidak mau menerima
kejadian itu, mengapa Raja membuat dirinya semakin tenggelam, mengapa Raja
harus menikmati semua perlakuan tak mengenakkan padanya, siapa Raja yang
ditemuinya kemarin, ada berapakah Raja di dunia ini.
Maka
dari itu, terkadang ada yang tidak paham dengan jalan cerita novel ini dan
akhirnya tidak melanjutkan membaca novel ini. Padahal konflik dan pesan moral
yang terkandung dalam novel ini sangat bagus.
