Rabu, 18 November 2015

EKONOMI KOPERASI (Softskill)

Nama               : Sintia Widyo Wati
NPM               :  2A214304
Kelas               : 2EB24





DAFTAR ISI


Daftar isi………………………………………………………………………...1

Bab 1 Pendahuluan……………………………………………………………...2

Bab 2 Pembahasan………………………………………………………………3

1.     Arti Pentingnya Ekonomi Koperasi…………………………………..3
2.     Pelopor Koperasi di Indonesia………………………………………..4
3.     Perkembangan Koperasi di Indonesia………………………………...4

Bab 3 Penutup…………………………………………………………………...7
A.   Kesimpulan…………………………………………………………....7
B.   Referensi……………………………………………………………....7







BAB 1
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi, hal ini berarti bahwa dalam kegiatannya koperasi turut mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan ekonomi yang sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota perkumpulan itu sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Koperasi sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan bersama dari para anggotannya.

Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas. Dalam rangka usaha untuk memajukan kedudukan rakyat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka Pemerintah Indonesia memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan perkumpulan-perkumpulan Koperasi.

Pemerintah Indonesia sangat berkepentingan dengan Koperasi, karena Koperasi di dalam sistem perekonomian merupakan soko guru. Koperasi di Indonesia belum memiliki kemampuan untuk menjalankan peranannya secara efektif dan kuat. Hal ini disebabkan Koperasi masih menghadapai hambatan struktural dalam penguasaan faktor produksi khususnya permodalan. Dengan demikian masih perlu perhatian yang lebih luas lagi oleh pemerintah agar keberadaan Koperasi yang ada di Indonesia bisa benar-benar sebagai soko guru perekonomian Indonesia yang merupakan sistem perekonomian yang yang dituangkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 .

Cita-cita Koperasi memang sesuai dengan susunan kehidupan rakyat Indonesia. Meski selalu mendapat rintangan, namun Koperasi tetap berkembang. Seiring dengan perkembangan masyarakat, berkembang pula perundang-undangan yang digunakan. Perkembangan dan perubahan perundang-undangan tersebut dimaksudkan agar dapat selalu mengikuti perkembangan jaman.



B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun rumusan masalahnya sebagai berikut:
1.      Apa arti penting ekonomi koperasi?
2.      Siapa pelopor ekonomi koperasi di Indonesia?
3.      Bagaimana perkembangan koperasi di Indonesia


C.  Tujuan
Berikut adalah tujuan dari makalah ini:
1.      Untuk mengetahui arti pentingnya ekonomi koperasi
2.      Untuk mengetahui pelopor koperasi di Indonesia
3.      Untuk mengetahui perkembangan koperasi di Indonesia







BAB 2
PEMBAHASAN

1.      Arti Pentingnya Ekonomi Koperasi
Ekonomi secara umum diartikan sebagai usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, sedang koperasi adalah organisasi ekonomi dimana anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan.

Asumsi manusia rasional merupakan dasar dari pemikiran ekonomi, sehinga setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia rasional akan berprinsip pada “Prinsip Ekonomi”, yaitu menggunakan sumber yang terbatas untuk mencapai hasil yang maksimal.

Kemajuan dalam pembangunan koperasi dapat ditinjau dari jumlah koperasi, jumlah anggota, kekayaan koperasi, dan banyaknya usaha. Secara umum, koperasi di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Namun masih terdapat beberapa kendala untuk pengembangannya sebagai badan usaha. Peran koperasi di Indonesia sangatlah penting, dari pembuka pintu gerbang usaha kecil dan menengah, menciptakan masyarakat yang mandiri, penggerak perekonomian dan menciptakan pasar baru. Pemanfaatan koperasi secara maksimal dan optimal diharapkan akan menciptakan perekonomian nasional yang selaras dengan pertumbuhan koperasi tersebut. Mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi, menaikan pendapatan rumah tangga dan juga memperkecil tingkat kemiskinan masyarakat. Koperasi pada saat ini mengalami kurang perhatiannya dari pemerintah pusat. Dikarenakan banyak penyelewengan dana atau modal koperasi itu sendiri. Inilah yang menghambat tumbuh dan kembangnya perkoperasian di Indonesia. Tanpa disadari, koperasi telah membuka lapangan kerja tersendiri dikalangan anggota. Dan juga menjaga kestabilan harga yang menguntungkan anggota koperasi.

Bila koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan produk kepada anggotanya dibanding dengan nonkoperasi maka dengan sendirinya anggota akan bertransaksi dengan koperasi. Demikian halnya, jika koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan alternative investasi kepada investor, maka investor akan menanamkan dananya keadalam koperasi. Dengan demikian, anggota masyarakat dapat dianggap sebagai konsumen potensial atau investor potensial yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh unit-unit usaha dalam rangka hubungan bisnis.

Keunggulan bersaing antara unit-unit usaha akan berbeda pada setiap kasus. Pada koperasi barangkali keunggulan itu dapat diperoleh melalui pinjaman berbunga rendah kepada anggota atau penjualan barang dengan harga lebih rendah kepada anggota. Pada kasus lain koperasi tidak mempunyai keunggulan bersaing dalam memberikan keunggulan bunga tabungan dibanding dengan bank atau lembaga keuangan lainnya. Dengan demikian koperasi hanya dapat bersaing dalam situasi yang sangat khusus. Dalam situasi khusus tersebut koperasi dapat memberikan pelayanan kepada anggota yang lebih baik daripada organisai ekonomi lain.

1.      Pelopor Koperasi di Indonesia
Pelopor koperasi pertama di Indonesia adalah R. Aria Wiriaatmaja, yaitu seorang patih di Purwokerto. Ia mendirikan sebuah bank yang bertujuan menolong para pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha yang didirikannya diberi nama Bank Penolong dan Tabungan (Hulp en Spaarbank). Perkembangan koperasi yang didirikan oleh R. Aria Wiriaatmaja semakin baik. Akibatnya setiap gerak-gerik koperasi tersebut diawasi dan mendapat banyak rintangan dari kaum bangsa Belanda tersebut. Upaya yang ditempuh pemerintah kolonial Belanda yaitu dengan mendirikan (Algemene Volkscrediet Bank), rumah gadai, bank desa, serta lumbung desa.

Koperasi lahir dari penderitaan sebagai mana terjadi di Eropa pertengahan abad ke-18. Di Indonesia pun koperasi ini lahir sebagai usaha memperbaiki ekonomi masyarakat yang ditindas oleh penjajah pada masa itu. Untuk mengetahui perkembangan koperasi di Indonesia, sejarah perkembangan koperasi Indonesia secara garis besar dapat dibagi dalam “ dua masa ”, yaitu masa penjajahan dan masa kemerdekaan.


2.      Perkembangan Koperasi di Indonesia
a.       Perkembangan koperasi dalam sistem ekonomi terpimpin
Peraturan konsep pengembangan koperasi secara misal dan seragam dan dikeluarkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
·         Menyesuaikan fungsi koperasi dengan jiwa dan semangat UUD 1945 dan Manipol RI tanggal 17 Agustus 1959, dimana koperasi diberi peranan sedemikian rupa sehingga kegiatan dan penyelenggaraannya benar-benar dapat merupakan alat untuk melaksanakan ekonomi terpimpin berdasarkan sosialisme ala Indonesia, sendi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia dan dasar untuk mengatur perekonomian rakyat guna mencapai taraf hidup yang layak dalam susunan masyarakat adil dan makmur yang demokratis.
·         Bahwa pemerintah wajib mengambil sikap yang aktif dalam membina Gerakan Koperasi berdasarkan azas-azas demokrasi terpimpin, yaitu menumbuhkan, mendorong, membimbing, melindungi dan mengawasi perkembangan Gerakan Koperasi.
·         Bahwa dengan menyerahkan penyelenggaraan koperasi kepada inisiatif Gerakan Koperasi sendiri dalam taraf sekarang bukan saja tidakk mencapai tujuan untuk membendung arus kapitalisme dan liberalism, tetapi juga tidak menjamin bentuk organisasi dan cara bekerja yang sehat sesuai dengan azas-azas koperasi yang sebenarnya.

b.      Perkembangan koperasi pada masa orde baru
Semangat Orde Baru yang dimulai titik awalnya 11 Maret 1996 segera setelah itu pada tanggal 18 Desember 1967 telah dilahirkan Undang-Undang Koperasi yang baru yakni dikenal dengan UU No. 12/1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian. Konsideran UU No. 12/1967 tersebut adalah sebagai berikut ;


·         Bahwa Undang-Undang No. 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian mengandung pikiran-pikiran yang nyata-nyata hendak :
-       menempatkan fungsi dan peranan koperasi sebagai abdi langsung daripada politik. Sehingga mengabaikan koperasi sebagai wadah perjuangan ekonomi rakyat.
-       menyelewengkan landasan-landasan, azas-azas dan sendi-sendi dasar koperasi dari kemrniannya.

·          
-       Bahwa berhubung dengan itu perlu dibentuk Undang-Undang baru yang sesuai dengan semangat dan jiwa Orde Baru sebagaimana dituangkan dalam Ketepatan-ketepatan MPRS Sidang ke IV dan Sidang Istimewa untuk memungkinkan bagi koperasi mendapatkan kedudukan hokum dan tempat yang semestinya sebagai wadah organisasi perjuangan ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional.
-       Bahwa koperasi bersama-sama dengan sector ekonomi Negara dan swasta bergerak di segala sektor ekonomi Negara dan swasta bergerak di segala kegiatan dan kehidupan ekonomi bangsa dalam rangka memampukan dirinya bagi usaha-usaha untuk mewujudkan masyarakat Sosialisme Indonesia berdasarkan Panvcasila yang adil dan makmur di ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.

·         Bahwa berhubungan dengan itu, maka Undang-Undang No. 14 tahun 1965 perlu dicabut dan perlu mencerminkan jiwa, serta cita-cita yang terkandung dalam jelas menyatakan, bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan koperasi adalah satu bangunan usaha yang sesuai dengan susunan perekonomian yang dimaksud itu. Berdasarkan pada ketentuan itu dan untuk mencapai cita-cita tersebut Pemerintah mempunyai kewajiban membimbing dan membina perkoperasian Indonesia dengan sikap “ ing ngarsa sung tulada, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani “. Di bidang idiil, koperasi Indonesia merupakan satu-satunya wadah untuk menyusun perekonomian rakyat berazaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan yang merupakan cirri khas dari tata kehidupan bangsa Indonesia dengan tidak memandang golongan, aliran maupun kepercayaan yang dianut seseorang. Kiperasi sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional dilaksanakan dalan rangka dalam rangka politik maupun perjuangan bangsa Indonesia. Menurut pasal. 3 UU No. 12/1967, koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata azas kekeluargaan. Penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa “ koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang yang sebagai manusia secara bersamaan, bekerja untuk memajukan kepentingan-kepentingan ekonomi mereka dan kepentingan masyarakat”.

c.       Perkembangan koperasi pada masa reformasi
Potensi koperasi pada saat ini sudah mampu untuk memulai gerakan koperasiyang otonom, namun fokus bisnis koperasi harus diarahkan pada ciri universalitas kebutuhan yang tinggi seperti jasakeuangan, pelayananinfrastruktur serta pembelian bersama. Dengan otonomiselain peluang untuk memanfaatkan potensisetempat juga terdapat potensi benturan yang harus diselesaikan di tingkat daerah.

Dalam hal ini konsolidasi potensikeuangan, pengem­bangan jaringaninformasiserta pengembangan pusat inovasi dan teknologimerupakan kebutuhan pendukung untuk kuat­nya kehadiran koperasi. Pemerintah di daerah dapat mendo­rong pengem­bang­an lembaga penjamin kredit di daerah. Pemusatan koperasi di bidang jasa keuangan sangat tepat untuk dilakukan pada tingkat kabupaten/kota atau “kabupaten dan kota” agar menjaga arus dana menjadi lebih seimbang dan memperhatikan kepentingan daerah (masyarakat setempat).
Fungsi pusat koperasi jasa keuangan ini selain menjaga likuiditas juga dapat memainkan peran pengawasan dan perbaikan manajemen hingga pengembangan sistem asuransi tabungan yang dapat diintegrasikan dalam sistem asuransi secara nasional. Pendekatan pengembangan koperasi sebagai instrumen pembangunan terbukti menimbulkan kelemahan dalam menjadikan dirinya sebagai koperasi yang memegang prinsip-prinsip koperasi dan sebagai badan usaha yang kompetitif. Reformasi kelembagaan koperasi menuju koperasi dengan jatidirinya akan menjadi agenda panjang yang harus dilalui oleh koperasi di Indonesia.

Dalam kerangka otonomi daerah perlu penataan lembaga keuangan koperasi (koperasi simpan pinjam) untuk memperkokoh pembiayaan kegiatan ekonomi di lapisan terbawah dan menahan arus ke luar potensi sumberdaya lokal yang masih diperlukan. Pembenahan ini akan merupakan elemen penting dalam membangun sistem pembiayaan mikro di tanah air yang merupakan tulang punggung gerakan pemberdayaan ekonomi rakyat.











BAB 3
PENUTUP


A. Kesimpulan
Jadi  koperasi adalah organisasi ekonomi dimana anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan. Koperasi memiliki peran yang sangat penting untuk Indonesia yaitu sebagai pembuka pintu gerbang usaha kecil dan menengah, menciptakan masyarakat yang mandiri, penggerak perekonomian dan menciptakan pasar baru. Pemanfaatan koperasi secara maksimal dan optimal diharapkan akan menciptakan perekonomian nasional yang selaras dengan pertumbuhan koperasi tersebut. Mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi, menaikan pendapatan rumah tangga dan juga memperkecil tingkat kemiskinan masyaraka
Pelopor koperasi adalah R. Aria Wiriaatmaja, yaitu seorang patih di Purwokerto. Ia mendirikan sebuah bank yang bertujuan menolong para pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha yang didirikannya diberi nama Bank Penolong dan Tabungan (Hulp en Spaarbank). Perkembangan koperasi yang didirikan oleh R. Aria Wiriaatmaja semakin baik.
Perkembangan koperasi pun dibagi kedalam tiga masa yaitu perkembangan koperasi dalam sistem ekonomi terpimpin, perkembangan koperasi pada masa orde baru, dan perkembangan koperasi pada masa reformasi.

B.  Referensi
·      Buku:Hendra dan Kusnadi (Ekonomi koperasi)


Jumat, 05 Juni 2015

Resensi Novel Love Puzzle


Resensi Novel Love Puzzle

Judul Novel     : Love Puzle

Penulis             : Eva Sri Rahayu
Penerbit           : Noura Books
Cetakan           : ke-1, November 2013
ISBN               : 978-602-1606-04-9
Tebal Novel     : 286 halaman
Ukuran Novel : 13x19cm
Harga Novel    : Rp 49.000,-









Sinopsis:
Rasi memberi senyuman, tetapi cowok itu malah tidak mengacuhkannya
            “ Raja ? “ sapa Rasi
            “ Sori? “ Kening cowok itu berkerut.
            “ Kamu Raja kan? “ Tanya Rasi lagi.
            “ Hmm, enggak usah sok kenal deh,” balas Raja dingin.

Rasi melengkungkan bibirnya, cowok keren memang sering kena amnesia! “Engga usah nyebelin gitu deh. Kamu kan yang nanya-nanya soal fotografi di atap BIM kemarin? Kalau aku salah orang biasa aja deh.”

Raja merespon perkataannya dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi Raja kembali sinis. “Dengar ya, aku engga kenal kamu! “ geram Raja penuh penekanan.


Novel ini bertemakan percintaan remaja dan juga krisis identitas diri yang sering dihadapi remaja dalam keluarga. Dibalut dengan kisah misteri dan persahabatan yang rumit juga menarik. Alur ceritanya dapat membuat pembaca penasaran untuk membaca sampai akhir.
            Tokoh- tokoh yang dihadirkan adalah para remaja. Rasi sang tokoh utama cewek dan teman-temannya, juga Ayara, adalah murid-murid sekolah menengah atas. Raja dan Iskandar juga diceritakan sebagai cowok remaja. Tokoh-tokoh ini memiliki kepribadian unik masing-masing sehingga cerita dan konflik menjadi menarik untuk terus diikuti. Kehadiran orang tua Raja juga menjadi karakter menarik dan hidup.
Kehadiran para tokoh yang dipadukan dengan dengan beragamnya setting (waktu dan tempat) melahirkan konflik-konflik kecil di samping konflik besar yang menjadi pokok dalam novel ini. Setting masa sekarang dan kepingan-kepingan puzzle di masa lalu yang dilalui para tokoh menimbulkan kepingan-kepingan konflik-konflik kecil yang sebagiannya menyebabkan terjadinya konflik pokok (konflik besar) sang tokoh utama cowok yang juga menjadi kunci untuk menyatukan kepingan-kepingan itu menjadi susunan yang utuh di akhir cerita. Adapun pesan yang ingin disampaikan penulis kepada para remaja, khusunya kepada mereka yang ditakdirkan menjadi anak kembar agar tetap bahagia dengan “warna” dan kepribadian masing-masing tanpa rasa iri dan tidak perlu menjadi pribadi yang berbeda untuk menyenangkan orang lain. Begitu pun kepada para orang tua yang dikaruniai anak kembar, agar memberi perhatian dan kasih sayang dalam porsi yang sama, bukan membanding-bandingkan atau membentuk mereka seperti keinginan pribadi orang tua karena memang “ukuran” masing-masimg orang adalah berbeda. Sebuah pesan yang bagus, dibalut dalam keping-keping puzzle cerita dan peristiwa yang menarik.
Selanjutnya, setting masa lalu yang melatarbelakangi cerita juga terasa sedikit mengganjal. Seperti diceritakan, tragedi naas yang terjadi pada tokoh Iskandar yang menautkan Raja, Ayara, dan orang tua mereka dalam lingkaran kehidupan mereka hingga kini terjadi empat tahun yang lalu. Waktu itu, digambarkan bahwa tokoh Iskandar baru menyelesaikan tes masuk perguruan tinggi, berarti ia dan Raja berada di akhir tahun kelas tiga SMA. Dua minggu sebelumnya Raja terlibat tawuran yang menyebabkan ia menjadi buronan dan mesti bersembunyi. Akan tetapi, pada bagian-bagian bab tersebut penulis tidak menyinggung atau menyebutkan tentang suasana sekolah atau aktivitas mereka di sekolah, lalu mengapa tiba-tiba Iskandar sudah mengikuti ujian masuk universitas? Bukankah di  negeri kita ini ujian masuk universitas dilaksanakan setelah beberapa waktu ujian sekolah dan ujian nasional? Memang hal ini mungkin tak perlu digambarkan oleh penulis dalam cerita, tapi detail-detail yang mendukung sebuah cerita juga hendaknya tidak diabaikan.
          Selain itu, sedikit janggal pada kisah cinta Ayara dengan Iskandar dan Raja. Seperti yang digambarkan bahwa seperti halnya Rasi, Ayara masih duduk di bangku SMK (tidak disebutkan kelas berapa). Kisah naas masa lalu Iskandar terjadi empat tahun lalu (penghujung masa SMA). Jika kita anggap Rasi dan Ayara sama-sama duduk di kelas tiga, maka perbedaan usia Raja/ Iskandar dengan Rasi dan Ayara adalah empat tahun.  Jika kita runut ke empat tahun lalu maka Ayara baru beranjak naik ke kelas tiga SMP. Ayara bahkan sudah bersama-sama dengan kedua cowok itu sejak usia tujuh tahun. Sejak itu pula mereka digambarkan memiliki perasaan cinta yang erat. Cinta Ayara yang posesif malah. Lalu seiring waktu digambarkan perasaan cinta Ayara dan Iskandar, juga Raja begitu mendalam dan romantis.

Kelebihan:
Novel love puzzle ini bergenre romantis yang dipadukan dengan kisah misteri yang menimbulkan rasa penasaran. Novel ini dikemas dengan apik. Pada cover novel dibuat berlubang pada bagian foto sehingga ketika dibuka, akan tampak gambar sebenarnya dari foto itu. Jika kita membuka halaman yang kedua akan tampak 2 orang duduk berdekatan dan disebelah si cewek terdapat sebuah bayangan seorang cowok yang sedang duduk di atap BIM.
Saat membaca novel ini, emosi pembaca tidak dapat diatur. Terkadang bisa senang, marah, takut, sedih bahkan bisa sampai menteskan air mata. Ketika Rasi melihat arwah Iskandar diatap BIM lalu jidat Rasi disentuh oleh arwah Iskandar kita dapat merasa ngeri atau takut saat membayangkan hal tersebut. Lain halnya, saat Alexander diakui oleh orang tua kandungnya sendiri saat itu pula kita dapat merasakan terharu.

Kekurangan:
Di setiap bab-bab pada novel ini, terdapat konflik yang cukup rumit. Terutama pada awal-awal bab novel ini. Pembaca dibuat bingung dengan tokoh-tokoh dalam novel ini. Mengapa Raja bersikap seperti itu, mengapa Ayara tidak mau menerima kejadian itu, mengapa Raja membuat dirinya semakin tenggelam, mengapa Raja harus menikmati semua perlakuan tak mengenakkan padanya, siapa Raja yang ditemuinya kemarin, ada berapakah Raja di dunia ini.

Maka dari itu, terkadang ada yang tidak paham dengan jalan cerita novel ini dan akhirnya tidak melanjutkan membaca novel ini. Padahal konflik dan pesan moral yang terkandung dalam novel ini sangat bagus.

Sabtu, 02 Mei 2015

Tujuan Wisata

Nama   : Sintia Widyowati
NPM   : 2A214304
Kelas   : 1EB25

Tempat tujuan yang ingin saya kunjungi nanti sebenernya ke korea selatan tetapi ditambah juga dengan ke jepang karena saya ingin berlibur bersama seseorang. Tujuan utama pergi ke jepang sebenarnya ingin melihat bunga sakura yang indah serta pergi ke tempat wisata seperti ke gunung fuji dan menara Tokyo tidak lupa juga ingin bertemu doraemon hahaha. Nah kalo ke korea selatan lebih ingin melihat artis artis korea yang ganteng hahaha, selain itu juga ingin pergi ke istana kerajaan korea ,menikmati surga belanja di myeongdong, serta tidak lupa ke namsan seol tower yang kalo malam itu pemandangannya indah dan so sweet pergi kesana bersama pasangan ahhhhh.

Minggu, 26 April 2015

Kemiskinan

Nama   :Sintia Widyowati
NPM   : 2A214304
Kelas   : 1EB25


KEMISKINAN

Secara tradisional kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup yang paling mendasar. Secara ekonomi kemiskinan adalah kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang.

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori, yaitu:
·         Kemiskinan absolut adalah situasi dimana penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yang minimum.
·         Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang tidak berhubung dengan garis kemiskinan, kemiskinan jenis ini bersumber dari prefektif masing-masing orang, yaitu karena orang tersebut merasa miskin.

Penyebab Kemiskinan:
a.       Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan, Malas Bekerja
           
b.      Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.        

c.       Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Contohnya, individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga.
             
d.      Penyebab Agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain, contoh lainnya adalah perbudakan.
             
e.       Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

f.        Pengangguran

g.      Terbatasnya Lapangan Kerja. Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan.

h.      Keterbatasan Modal. Seseorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.

i.        Keterbatasan Sumber Alam. Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya miskin.

Cara Mengatasi Kemiskinan:
·         Usaha Individu
Seseorang boleh berusaha untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapi, dan salah satu cara berkesan untuk mengatasi kemiskinan adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan cara yang berkesan untuk mengatasi kemiskinan kerana dengan pendidikan yang tinggi, seseorang boleh keluar dari kepompong kemiskinan dengan mendapatkan pekerjaan yang dapat menjamin masa depan dan ekonomi yang lebih baik.

·         Bantuan kepada golongan miskin
Memberi bantuan kepada golongan miskin merupakan satu cara yang baik untuk membantu golongan yang kurang berkemampuan dalam masyarakat. Namun begitu, cara seperti ini tidak akan dapat meringankan beban golongan miskin kerana bantuan yang diberikan sama ada dari kerajaan, agensi kebajikan ataupun perseorangan hanya dapat bertahan dalam jangka masa yang pendek.

·         Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi bermaksud penambahan barangan dan perkhidmatan yang ditawarkan dalam pasaran di sesebuah negara. Pembangunan ekonomi merupakan cara yang paling berkesan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Tetapi ia harus disertai dengan pengagihan pendapatan yang adil dalam masyarakat. Bank Dunia dan Tabung Kewangan Antarabangsa cadangkan pembangunan ekonomi sebagai faktor yang paling penting dalam mengatasi kemiskinan.

·         Pembangunan Masyarakat
melalui program pembangunan masyarakat seperti seperti Projek Satu Daerah satu Industri, 1 Kampung 1 Produk (1K1P) dan program Usahawan Desa.

·         Pasaran bebas
pasaran bebas untuk bagi pembangunan ekonomi dan mengatasi kemiskinan. Jika ada pembangunan ekonomi ada pula pengurangan kemiskinan. Jika KDNK tumbuh dengan 1% kemiskinan akan dikurangi dengan lebih kurang 1%.




Sumber:


Kamis, 23 April 2015

Sumber Daya Alam ( SDA)

Nama   :Sintia Widyowati
NPM   : 2A214304
Kelas   : 1EB25

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam semesta yang dapat dipergunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.

 Jenis-jenis Sumber Daya Alam
A.    Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya yang meskipun telah digunakan oleh manusia tetapi tidak habis dan dapat diperbaharui.
B.     Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang jika dipakai terus menerus akan habis dan tidak dapat diusahakan kembali keberadaannya oleh manusia

Salah satu contoh dari sumber daya alam adalah Batubara.  Batubara merupakan sumber daya alam yang dipergunakan manusia sebagai bahan bakar untuk kepentingan rumah tangga dan industri. Berbeda dengan minyak bumi, walaupun sama-sama dipergunakan sebagai bahan bakar, batubara dipergunakan manusia untuk bahan bakar rumah tangga dan industri, sedangkan minyak bumi dipergunakan manusia sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin dan peralatan bermotor. Batubara berasal dari tumbuhan purba yang telah mati berjutajuta tahun yang lalu. Akibat adanya pengaruh alam dan cuaca tumbuhan yang telah mati tersebut berubah menjadi arang dan batu. Oleh karena itu letak batu bara tidak berada di kedalaman yang jaraknya berpuluh-puluh meter dari permukaan tanah seperti minyak bumi, tetapi ada di permukaan bumi, dan manusia harus menggali untuk mengambilnya, walaupun tidak perlu terlalu dalam..

Pengelolaan SDA:
A.    Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan
Pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan adalah usaha sadar untuk mengelola sumber daya alam sesuai dengan kemampuan dan kesesuaian suatu lokasi dengan potensi produktivitas lingkungannya. Yaitu:
·         Menggunakan pupuk alami atau organic
·         Penggunaan pestisida sesuai kebutuhan
·         Penggunaan peralatan yang tepat dalam pembukaan tanah agar topsoil tidak hilang
·         Tidak membuang zat pencemar dan beracun ke saluran air, sungai dan laut
·         Setiap pabrik industri harus membuat cerobong asap yang tinggi dan melakukan penyaringan asap
·         Tidak membangun perumahan atau industri di wilayah resapan air
·         Membuat terasering atau sengkedan pada lahan miring



B.     Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan
Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia di masa sekarang dan di masa depan. Yaitu:
·         Mengurangi eksploitasi yang berlebihan terhadap alam
·         Menggunakan sumber daya alam secara efisien
·         Pemanfaatan sumber daya alam sesuai dengan daya dukung lingkungan
·         Pengolahan barang tambang sebelum di ekspor agar memiliki nilai jual yang tinggi dan mengurangi penggunaan barang tambang
·         Mencari alternatif penggunaan bahan bakar minyak
·         Menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan

C.     Pengelolaan Sumber Daya Alam Berdasarkan Prinsip Ekofisiensi
Pengelolaan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekofisiensi adalah menggunakan sumber daya alam dengan biaya yang murah dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Yaitu:
·         menghemat penggunaan listrik
·         menghemat penggunaan air
·         menggunakan bensin super tanpa timbal untuk kendaraan
·         mendaur ulang kertas yang tidak terpakai
·         menjadikan sampah sebagai sampah atau pupuk
·         mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai (reuse)
·         menggunakan kembali barang yang sudah dipakai (recycle)
·         mengurangi eksploitasi yang berlebihan terhadap alam (reduce)







Sumber: