Minggu, 26 April 2015

Kemiskinan

Nama   :Sintia Widyowati
NPM   : 2A214304
Kelas   : 1EB25


KEMISKINAN

Secara tradisional kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup yang paling mendasar. Secara ekonomi kemiskinan adalah kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang.

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori, yaitu:
·         Kemiskinan absolut adalah situasi dimana penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian, dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan yang minimum.
·         Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang tidak berhubung dengan garis kemiskinan, kemiskinan jenis ini bersumber dari prefektif masing-masing orang, yaitu karena orang tersebut merasa miskin.

Penyebab Kemiskinan:
a.       Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan, Malas Bekerja
           
b.      Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.        

c.       Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Contohnya, individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga.
             
d.      Penyebab Agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain, contoh lainnya adalah perbudakan.
             
e.       Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

f.        Pengangguran

g.      Terbatasnya Lapangan Kerja. Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan.

h.      Keterbatasan Modal. Seseorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.

i.        Keterbatasan Sumber Alam. Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya miskin.

Cara Mengatasi Kemiskinan:
·         Usaha Individu
Seseorang boleh berusaha untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapi, dan salah satu cara berkesan untuk mengatasi kemiskinan adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan cara yang berkesan untuk mengatasi kemiskinan kerana dengan pendidikan yang tinggi, seseorang boleh keluar dari kepompong kemiskinan dengan mendapatkan pekerjaan yang dapat menjamin masa depan dan ekonomi yang lebih baik.

·         Bantuan kepada golongan miskin
Memberi bantuan kepada golongan miskin merupakan satu cara yang baik untuk membantu golongan yang kurang berkemampuan dalam masyarakat. Namun begitu, cara seperti ini tidak akan dapat meringankan beban golongan miskin kerana bantuan yang diberikan sama ada dari kerajaan, agensi kebajikan ataupun perseorangan hanya dapat bertahan dalam jangka masa yang pendek.

·         Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi bermaksud penambahan barangan dan perkhidmatan yang ditawarkan dalam pasaran di sesebuah negara. Pembangunan ekonomi merupakan cara yang paling berkesan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Tetapi ia harus disertai dengan pengagihan pendapatan yang adil dalam masyarakat. Bank Dunia dan Tabung Kewangan Antarabangsa cadangkan pembangunan ekonomi sebagai faktor yang paling penting dalam mengatasi kemiskinan.

·         Pembangunan Masyarakat
melalui program pembangunan masyarakat seperti seperti Projek Satu Daerah satu Industri, 1 Kampung 1 Produk (1K1P) dan program Usahawan Desa.

·         Pasaran bebas
pasaran bebas untuk bagi pembangunan ekonomi dan mengatasi kemiskinan. Jika ada pembangunan ekonomi ada pula pengurangan kemiskinan. Jika KDNK tumbuh dengan 1% kemiskinan akan dikurangi dengan lebih kurang 1%.




Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar