Kamis, 26 Maret 2015

Sistem Ekomomi Kapitalis

Nama   : Sintia Widyowati
Kelas   : 1EB25
NPM   :2A214304

SISTEM EKONOMI KAPITALIS

          Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang membebaskan setiap orang untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi, dan penjualan tanpa adanya kekangan dari siapapun dan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarmya, dalam sistem ini pemerintah hanya bertugas untuk mengawasi agar berjalan lancar.
Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis:
a.       Pengakuan yang luas atas hak peribadi
b.      Perekonomian diatur oleh makanisme pasar
c.       Manusia dipandang hanya sebagai makhluk homo-economicus, yang selalu mengejar keuntungan/ kepentingan sendiri.
d.      Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman yunani kuno (hedonisme)

Pada sistem ekonomi kapitalisme sumber kekayaan didapatkan dengan cara bekerja keras dan setiap orang boleh memiliki kekayaan yang tanpa batas. Terjadi nya pasar (market) dan terjadinya demand and supply adalah ciri khas dari ekonomi kapitalisme. Keputusan yang diambil atas isu yang terjadi seputar masalah ekonomi sumbernya adalah dari kalangan kelas bawah yang membawa masalah tersebut ke level yang lebih atas.


Sumber:



Minggu, 15 Maret 2015

Sejarah Perekonomian Indonesia

Nama   : Sintia Widyowati
NPM   : 2A214304
Kelas   : 1EB25

SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA

Sejarah perekonomaian di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa masa, yaitu:
A.    Masa sebelum Kemerdekaan
Pada masa ini Indonesia masih dijajah oleh Belanda selama 350 tahun dan dibentuklah Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). VOC menguasai komoditi ekspor seperti rempah-rempah. Setelah

system tanam paksa. System ini juga memperkenalkan penggunaan uang kepada masyarakat, yaitu dengan menanam tanaman komoditi ekspor lalu dijual ke pemerintahan dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

System ekonomi kapitalis liberal. System yang mengatur tentang penyewaan tanah pada pihak swasta untuk jangka 75 tahun dan aturan tentang tanah yang boleh disewakan dan yang tidak boleh

B.     Masa Pemerintahan Orde Lama
Pada masa ini Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya. Namun dengan adanya gejolak politik dan banyaknya pemberontakan di sejumlah daerah di Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi terus menurun menyebabkan defisit Negara semakin besar. Tingkat produksi pun juga melemah karena tidak adanya dukungan dari sektor pendanaan, akibatnya sedikit produksi yang dihasilkan dan meningginya tingkat permintaan karena banyaknya uang beredar menyebabkan adanya inflasi yang tinggi.

C.     Masa Pemerintahan Orde Baru
Pada masa ini perekonomian Indonesia berkembang tetapi diimbangi dengan adanya korupsi dan kesenjangan social antara rakyat kaya dan miskin. Pemerintah memulihkan stabilitas ekonomi, social, politik serta rehabilitasi ekonomi dalam negeri yang bertujuan untuk menekan tingkat inflasi, mengurangi deficit, dan menghidupkan kembali kegiatan produksi. Tujuan dalam pembangunan ekonomi dalam masa pemerintahan ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat

D.    Masa Pemerintahan Transisi
Terjadi krisis keuangan di Asia dan berdampak terhadap Indonesia,dengan posisi mata uang yang tidak stabil akhirnya BI mengambil keputusan untuk melakukan intervensi akan tetapi pengaruhnya tidak banyak. Seiring melemahnya nilai tukar rupiah pemerintah mulai mengambil keputusan yaitu dengan menunda proyek proyek besar serta kebijakan fiskal.
Krisis rupiah berubah menjadi krisis ekonomi yang menimbulkan krisis politik. Diawali dengan adanya tragedi trisakti dan kerusuhan,mahasiswa ikut turun ke jalan dan pada puncaknya ribuan mahasiswa menduduki DPR dan meminta presiden Ssoeharto untuk turun. Akhirnya presiden Soeharto pun turun dan digantikan oleh B.J Habibie. Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerja sama dengan dana moneter untuk memperbaiki perekonomian.
Kebijakan –kebijakan yang dikeluarkan BJ Habibie:
1.      Kebijakan dalam Bidang Politik
2.      Kebijakan dalam Bidang Ekonomi ( pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN)
3.      Kebebasan menyampaikan pendapat dan pers
4.      Pelaksanaan Pemilu

E.     Masa Pmerintahan Reformasi hingga Kabinet SBY
Orde reformasi dimulai saat kepemimpinan presiden BJ.Habibie, namun belum terjadi peningkatan ekonomi yang cukup terlihat karena masih adanya persoalan-persoalan yang ditinggalkan pada masa orde baru. Kebijakan yang menjadi perhatian adalah cara mengendalikan stabilitas politik. Sampai pada masa kepemimipinan presiden Abdurrahman Wahit, Megawati Soekarnoputri, hingga masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun masalah-masalah yang diwariskan dari masa orde baru masih belum dapat diselesaikan secara sepenuhnya. Mulai dari masalah KKN, inflasi, pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, dan melemahnya nilai tukar rupiah yang menjadi masalah bagi perekonomian Indonesia.

Kebijakan SBY adalah mengurangi subsidi BBM karena naiknya harga minyak dunia dan dialihkan ke sektor pendidikan dan kesehatan serta bidang yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Lalu muncul kebijakan BLT yaitu Bantuan Langsung Tunai namun nampaknya kebijakan ini tidak tepat sasaran dan juga cara pembagiannya menimbulkan masalah sosial. Kebijkan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur, dengan mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Dengan semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapakan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.

Sumber :