Nama : Sintia Widyowati
NPM : 2A214304
Kelas : 1EB25
SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA
Sejarah perekonomaian di Indonesia dapat dibagi
menjadi beberapa masa, yaitu:
A. Masa
sebelum Kemerdekaan
Pada masa ini Indonesia masih
dijajah oleh Belanda selama 350 tahun dan dibentuklah Vereenigde Oost-Indische
Compagnie (VOC). VOC menguasai komoditi ekspor seperti rempah-rempah. Setelah
system tanam paksa. System ini juga
memperkenalkan penggunaan uang kepada masyarakat, yaitu dengan menanam tanaman
komoditi ekspor lalu dijual ke pemerintahan dengan harga yang sudah ditentukan
oleh pemerintah.
System ekonomi kapitalis liberal. System
yang mengatur tentang penyewaan tanah pada pihak swasta untuk jangka 75 tahun
dan aturan tentang tanah yang boleh disewakan dan yang tidak boleh
B. Masa
Pemerintahan Orde Lama
Pada masa ini Indonesia telah
memproklamirkan kemerdekaannya. Namun dengan adanya gejolak politik dan
banyaknya pemberontakan di sejumlah daerah di Indonesia, maka pertumbuhan
ekonomi terus menurun menyebabkan defisit Negara semakin besar. Tingkat produksi
pun juga melemah karena tidak adanya dukungan dari sektor pendanaan, akibatnya
sedikit produksi yang dihasilkan dan meningginya tingkat permintaan karena
banyaknya uang beredar menyebabkan adanya inflasi yang tinggi.
C. Masa
Pemerintahan Orde Baru
Pada masa ini perekonomian Indonesia
berkembang tetapi diimbangi dengan adanya korupsi dan kesenjangan social antara
rakyat kaya dan miskin. Pemerintah memulihkan stabilitas ekonomi, social,
politik serta rehabilitasi ekonomi dalam negeri yang bertujuan untuk menekan
tingkat inflasi, mengurangi deficit, dan menghidupkan kembali kegiatan produksi.
Tujuan dalam pembangunan ekonomi dalam masa pemerintahan ini adalah untuk
mensejahterakan masyarakat
D. Masa
Pemerintahan Transisi
Terjadi krisis keuangan di Asia dan
berdampak terhadap Indonesia,dengan posisi mata uang yang tidak stabil akhirnya
BI mengambil keputusan untuk melakukan intervensi akan tetapi pengaruhnya tidak
banyak. Seiring melemahnya nilai tukar rupiah pemerintah mulai mengambil
keputusan yaitu dengan menunda proyek proyek besar serta kebijakan fiskal.
Krisis rupiah berubah menjadi
krisis ekonomi yang menimbulkan krisis politik. Diawali dengan adanya tragedi
trisakti dan kerusuhan,mahasiswa ikut turun ke jalan dan pada puncaknya ribuan
mahasiswa menduduki DPR dan meminta presiden Ssoeharto untuk turun. Akhirnya
presiden Soeharto pun turun dan digantikan oleh B.J Habibie. Masa pemerintahan
Habibie ditandai dengan dimulainya kerja sama dengan dana moneter untuk
memperbaiki perekonomian.
Kebijakan –kebijakan yang
dikeluarkan BJ Habibie:
1. Kebijakan
dalam Bidang Politik
2. Kebijakan
dalam Bidang Ekonomi ( pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN)
3. Kebebasan
menyampaikan pendapat dan pers
4. Pelaksanaan
Pemilu
E. Masa
Pmerintahan Reformasi hingga Kabinet SBY
Orde reformasi dimulai saat
kepemimpinan presiden BJ.Habibie, namun belum terjadi peningkatan ekonomi yang
cukup terlihat karena masih adanya persoalan-persoalan yang ditinggalkan pada
masa orde baru. Kebijakan yang menjadi perhatian adalah cara mengendalikan
stabilitas politik. Sampai pada masa kepemimipinan presiden Abdurrahman Wahit,
Megawati Soekarnoputri, hingga masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang
Yudhoyono pun masalah-masalah yang diwariskan dari masa orde baru masih belum
dapat diselesaikan secara sepenuhnya. Mulai dari masalah KKN, inflasi,
pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, dan melemahnya nilai tukar rupiah yang menjadi
masalah bagi perekonomian Indonesia.
Kebijakan SBY adalah mengurangi
subsidi BBM karena naiknya harga minyak dunia dan dialihkan ke sektor
pendidikan dan kesehatan serta bidang yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Lalu
muncul kebijakan BLT yaitu Bantuan Langsung Tunai namun nampaknya kebijakan ini
tidak tepat sasaran dan juga cara pembagiannya menimbulkan masalah sosial.
Kebijkan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah
mengandalkan pembangunan infrastruktur, dengan mempertemukan para investor
dengan kepala-kepala daerah. Dengan semakin banyak investasi asing di
Indonesia, diharapakan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar