Nama :Sintia Widyowati
NPM : 2A214304
Kelas : 1EB25
KEMISKINAN
Secara tradisional kemiskinan adalah ketidakmampuan
seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup yang paling mendasar. Secara ekonomi
kemiskinan adalah kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang.
·
Kemiskinan absolut adalah situasi
dimana penduduk atau sebagian penduduk yang hanya dapat memenuhi makanan, pakaian,
dan perumahan yang sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat kehidupan
yang minimum.
·
Kemiskinan relatif adalah
kemiskinan yang tidak berhubung dengan garis kemiskinan, kemiskinan jenis ini
bersumber dari prefektif masing-masing orang, yaitu karena orang tersebut
merasa miskin.
Penyebab Kemiskinan:
a. Penyebab
individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari
perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan
pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan, Malas Bekerja
b. Penyebab
keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab
keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan
pemasukan keuangan keluarga.
c. Penyebab
sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan
sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Contohnya,
individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga.
d. Penyebab
Agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk
perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah
gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain, contoh lainnya
adalah perbudakan.
e. Penyebab
struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari
struktur sosial.
f. Pengangguran
g. Terbatasnya
Lapangan Kerja. Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan
bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja
baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi
masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan.
h. Keterbatasan
Modal. Seseorang miskin sebab mereka tidak
mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan
keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh
penghasilan.
i.
Keterbatasan Sumber Alam. Suatu
masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan
keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu
miskin karena sumberdaya alamnya miskin.
Cara Mengatasi Kemiskinan:
·
Usaha Individu
Seseorang
boleh berusaha untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapi, dan salah
satu cara berkesan untuk mengatasi kemiskinan adalah melalui pendidikan.
Pendidikan merupakan cara yang berkesan untuk mengatasi kemiskinan kerana
dengan pendidikan yang tinggi, seseorang boleh keluar dari kepompong kemiskinan
dengan mendapatkan pekerjaan yang dapat menjamin masa depan dan ekonomi yang
lebih baik.
·
Bantuan kepada golongan miskin
Memberi
bantuan kepada golongan miskin merupakan satu cara yang baik untuk membantu
golongan yang kurang berkemampuan dalam masyarakat. Namun begitu, cara seperti
ini tidak akan dapat meringankan beban golongan miskin kerana bantuan yang
diberikan sama ada dari kerajaan, agensi kebajikan ataupun perseorangan hanya
dapat bertahan dalam jangka masa yang pendek.
·
Pembangunan Ekonomi
Pembangunan
ekonomi bermaksud penambahan barangan dan perkhidmatan yang ditawarkan dalam
pasaran di sesebuah negara. Pembangunan ekonomi merupakan cara yang paling
berkesan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Tetapi ia harus disertai dengan
pengagihan pendapatan yang adil dalam masyarakat. Bank Dunia dan Tabung
Kewangan Antarabangsa cadangkan pembangunan ekonomi sebagai faktor yang paling
penting dalam mengatasi kemiskinan.
·
Pembangunan Masyarakat
melalui
program pembangunan masyarakat seperti seperti Projek Satu Daerah satu
Industri, 1 Kampung 1 Produk (1K1P) dan program Usahawan Desa.
·
Pasaran bebas
pasaran bebas
untuk bagi pembangunan ekonomi dan mengatasi kemiskinan. Jika ada pembangunan
ekonomi ada pula pengurangan kemiskinan. Jika KDNK tumbuh dengan 1% kemiskinan
akan dikurangi dengan lebih kurang 1%.
Sumber:



