Sabtu, 29 November 2014

Penyusutan Godwill

Nama   : Sintia Widyowati
Kelas   : 1EB25
NPM   : 2A214304

Goodwill  adalah aktiva  yang tidak memiliki wujud dan masuk kedalam aktiva tetap.
Goodwill diperoleh saat suatu perusahaan membeli perusahaan lain dengan membayar lebih besar dari laba bersih dari perusahaan yang dibelinya.
Berikut adalah sebuah contoh sederhananya :

PT. Royal Bali Cemerlang, adalah perusahaan exporter kerang mutiara. Karena meningkatknya order atas kerang mutiara, PT Royal Bali Cemerlang mengalami kesulitan supply, satu-satunya supplier kerang mutiara terbesar dari Jayapura, yaitu PT. Jarang Untung, secara terus menerus melakukan kenaikan harga atas supply-nya. Dominasi PT. Jarang Untung atas supply kerang mutiara menjadi kesulitan tersendiri bagi PT. Royal Bali. Berdasarkan hasil rapat pemegang saham tanggal 31 Januari 2007 PT. Royal Bali Cemerlang memutuskan untuk membeli PT. Jarang Untung seharga Rp 6,000,000 secara tunai. Sebelum pembelian dilakukan neraca masing-masing perusahaan adalah sebagai berikut :
NERACA PT. JARANG UNTUNG, Per 31 januari 2007

NERACA PT. ROYAL BALI CEMERLANG, Per 31 Januari 2007

Mulai dengan mentukan kekayaan bersihnya (net asset) dengan persamaan :

Net Asset = Total Asset – Liability

Net Asset = 6,750,000 – 1,000,000

Net Asset = 5,750,000

goodwill merupakan selisih antara Harga beli dengan Nilai kekayaan bersih (net asset) atas perusahaan yang dibeli, maka besarnya goodwill dapat kita tentukan :

Goodwill = Harga Beli – Net Asset
Goodwill = 6,000,000 – 5,750,000
Goodwill = 250,000


Dicatat dengan jurnal :

Selanjutnya, kita akan memperoleh “NERACA GABUNGAN” setelah merger dilakukan, akan nampak sebagai berikut :

Amortisasi Goodwill

Di Indonesia, Goodwill diamortisasi selama 5 (lima) tahun. Adapun metode amortisasi yang dipakai adalahMetode Garis Lurus (straight Line Method). Maka JADWAL PENYUSUTAN nya dapat kita buat sebagai berikut :

31 Des 2007 = (250,000 : 5) x 11/12 = 50,000 X 11/12 = 45,833
31 Des 2008 = (250,000 : 5) x 12/12 = 50,000
31 Des 2009 = 50,000
31 Des 2010 = 50,000
31 Des 2011 = 50,000
31 Des 2012 = 4,167

Setiap tanggal 31 Desember, amortisasi goodwill dibebankan ke dalam Laba Rugi perusahaan sekaligus mengurangi nilai buku goodwill di neraca, dengan jurnal :

31 Desember 2007 :
(Debit) Amortisasi Goodwill = 45,833
(Credit) Akumulasi Amortisasi Goodwill = 
45,833


Sumber:

http://putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com/2008/02/perlakuan-goodwill.html

Penyusutan

Nama   : Sintia Widyowati
Kelas   : 1EB25
NPM   : 2A214304

Dalam akuntansi dikenal adanya istilah penyusutan. Penyusutan merupakan penurunan dari suatu aktiva karena bertambahnya umur manfaat aktiva itu sendiri ataupun karna keusangan akibat adanya teknologi baru.

Penyusutan ini hanya dimiliki oleh aktiva saja, baik aktiva tetap maupun aktiva tidak berwujud.
Contoh aktiva tetap seperti tanah, bangunan, kendaraan.
Contoh aktiva tidak berwujud seperti hak paten, hak cipta,merek dagang,goodwill.

Jenis- jenis penyusutan:
1.   Depresiasi
jumlah yang dapat disusutkan dari suatu asset yang masih memiliki umur manfaat
2.   Deplesi
penyusutan yang terjadi pada sesuatu benda yang bersifat alami dan tidak dapat diperbaharui. Deplesi digunakan di dunia pertambangan untuk menyatakan penyusutan pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
3.   Amortisasi
Istilah lain yang digunakan dari penyusutan aktiva tidak berwujud.

Jadi kesimpulannya adalah istilah Depresiasi digunakan untuk menyusutkan aktiva tetap, Deplesi untuk penyusutan sumber daya alam dan Amortisasi digunakan untuk menyusutkan aktiva tidak berwujud.


Future Value dan Present Value

Nama   : Sintia Widyowati
Kelas   : 1EB25
NPM   : 2A214304

1.   Future Value
Future Value adalah nilai uang yang akan diterima dimasa mendatang dari nilai uang saat ini dengan tingkat bunga tertentu. Future Value dapat dicari dengan menggunakan rumus berikut ini:

      FV  =  PV  ( 1 + r )n
Ket :
FV  = Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)
PV = (Nilai Sekarang (Nilai pada tahun ke 0)
r = Suku Bunga
n = Waktu (tahun)

Rumus di atas menandakan bahwa bunga digandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya menjadi :

                FV  = PV  ( 1 + r / 360)360n

Contoh soal:
Pada tanggal 2 Januari 2000, Agung menabung uangnya ke Bank Mandiri sebesar Rp. 2.000.000, dengan tingkat bunga sebesar 12% pertahun.

Hitung nilai tabungan Agung pada tanggal 2 Januari 2002, dengan pertanyaan :
1. Bunga dimajemukkan setahun sekali
2. Bunga dimajemukkan sebulan sekali

Jawab:
Diket   PV= Rp 2.000.000
r = 12% = 0,12
n = 2 tahun

jawab:
1.   FV  =  PV  ( 1 + r )n
       = Rp. 2.000.000  (1 + 0,12)2 = Rp. 2.508.800

2.   FV  = PV  ( 1 + r / 360)360n
            = Rp. 2.000.000  (1 + 0,12/12)12(2) = Rp. 2.539.470



2.   Present Value
Present Value adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang berdasarkan tingkat bunga selama periode tertentu. Present value bisa dicari dengan menggunakan  rumus berikut ini :

PV   FV  ( 1 + r )-n
Ket:
PV = Nilai Sekarang
FV = Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)
r = Suku Bunga
n = Waktu (tahun) 

Rumus di atas menandakan bahwa bunga digandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya menjadi :

 PV   =  FV  ( 1 + r / m)m.-n

Contoh soal:
Harga sepeda motor 2 tahun mendatang sebesar Rp. 10.000.000. Tingkat bunga rata-rata 12% setahun. Berapa yang harus ditabung Agung saat ini agar dapat membelinya dua tahun mendatang, dengan pertanyaan :
1. Bunga dimajemukkan setahun sekali
2. Bunga dimajemukkan sebulan sekali

Jawab:
Diket:  FV= Rp 10.000.000
            r = 12% setahun = 0,12
            n = 2 tahun

1.   PV   FV  ( 1 + r )-n
            = 10.000.000 ( 1 + 0,12)-2
            = 10.000.000 ( 1,12)- 2  = Rp. 7.971.939

2.   PV =  FV  ( 1 + r / m)m.-n
           = 10.000.000 ( 1+ 0,12/12) -12.2
               = 10.000.000 (1.01) -24   = Rp. 7.875.661


                        http://keuangan-manajemen.blogspot.com/2012/12/future-value.html




Senin, 10 November 2014

Perkembangan Frinchising di Indonesia

Nama   : Sintia Widyowati
Kelas   : 1EB25
NPM    : 2A214304

PERKEMBANGAN FRANCHISING DI INDONESIA

Franchising atau waralaba adalah bentuk penggandaan bisnis yang telah sukses dan mempunyai brand yang sudah dikenal sehingga investor yang ingin membeli franchise tidak harus menjalankan bisnis dari nol, tetapi hanya menjalankan system yang telah berjalan dengan baik dan telah teruji keberhasilannya.

Di Indonesia franchise dikenal pada tahun 1950-an dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Lalu berkembang hingga pada tahun 1970-an dimana KFC,Swensen dan Shakey Pisa berdiri dan diikuti oleh Burger King dan Seven Eleven.

Melihat pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang semakin baik, politik yang stabil dan keamanan yang terjamin pada tahun 1990, para investor luar negeri mulai melirik Indonesian dan franchise asing mulai terkenal di pasar Indonesia.
Pada tahun 1992 di Indonesia terdapat 29 franchise yang berasal dari luar negeri dan 6 franchise lokal.
Pada tahun 1997 terjadi krisis moneter di Indonesia yang diikuti dengan krisis politik yang mengakibatkan jatuhnya industry franchise di Indonesia pada tahun 1998. Banyak investor asing yang meninggalkan Indonesia, namun franchise lokal mulai memasuki pasar franchise di Indonesia dan pada tahun 2003 franchise di Indonesia mulai mengalami perkembangan yang sangat pesat.


Contoh franchise yang tetap terkenal hingga saat ini adalah KFC. KFC mampu bertahan hingga saat ini karena memiliki strategi moble defense yaitu strategi pertahanan bergerak Dalam kondisi bertahan dengan cara meningkatkan penjualan dan menekan biaya, KFC tetap melakukan perluasan pada pasar yang potensial sebagai pertahanan ataupun penyerangan dimasa depan serta marketing mix yang baik seperti:
  1. ProductProduk penjualan ayam goring yang ditawarkan dalam berbagai bentuk dengan resep yang asli.
  2. PriceMenargetkan kelas atas hingga kelas bawah dapat membeli produk KFC
  3. PlaceDengan menyediakan pengiriman gratis ke rumah atau kantor serta menempatkan outlet di dekat sekolah, perguruan tinggi, bioskop, dan pasar.
  4. PromotionDengan menggunakan promosi iklan, promosi penjualan hubungan masyarakat, kupon, diskom, dan paket.


Contoh franchise yang dahulu terkenal dan saat ini meredup salah satunya adalah Video Ezy.
Bisnis Sewa DVD semakin meredup popularitasnya semenjak era digital dan era internet makin tersebar di Indonesia






Sumber:

Minggu, 09 November 2014

Kaus Fraud Bisnis

Nama    : Sintia Widyowati
Kelas     : 1EB25
NPM      :2A214304

KASUS ENRON
Enron merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energy yang menduduki  ranking ketujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat. Perusahaan ini melakukan diversi usaha yang sangat luas yang meliputi future transaction, trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.

Kasus ini terungkap pada tahun 2001 dan terus berlanjut hingga tahun 2002. merupakan kasus manipulasi laporan keuangan yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreatif,
agar saham perusahaan tersebut tetap diminati investor yang berbeda dengan keadaan sebenarnya dari perusahaan ini yang akan mengalami kerugian. Kasus ini berdampak sangat besar pada keuangan global yang ditandai dengan menurunnya harga saham secara drastis di berbagai bursa efek dan meninggalkan hutang  US $31.2 Milyar.

Kronologis, fakta, data dan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan hancurnya Enron (debacle), dapat dikemukakan sebagai berikut:
  1. Board of Director (dewan direktur, direktur eksekutif dan direktur non eksekutif) membiarkan kegitan bisnis mengandung unsure konflik dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi informaasi insider trading, termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat.
  2. Perusahaan besar pertama yang melakukan out sourching atas fungsi internal audit perusahaan
  3. Patner KAP Andersen melakukan evaluasi mengingat resiko yang sangat tinggi berkaitan dengan praktek akuntansi dan bisnis enron. Dari hasil evaluasi di putuskan untuk tetap mempertahankan Enron sebagai klien KAP Andersen.
  4. Salah seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting perusahaan yang dinilai tidak sehat kepada CEO dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001. CEO Enron menugaskan penasehat hukum perusahaan untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran tersebut tetapi tidak memperkenankan penasehat hukum untuk mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh penasehat hukum tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.
  5. Pada tanggal 16 Oktober 2001, Enron menerbitkan laporan keuangan triwulan ketiga. Dalam laporan itu disebutkan bahwa laba bersih Enron telah meningkat menjadi $393 juta, naik $100 juta dibandingkan periode sebelumnya.
  6. Pada tanggal 2 Desember 2001 Enron mendaftarkan kebangkrutan perusahaan ke pengadilan dan memecat 5000 pegawai. Pada saat itu terungkap bahwa terdapat hutang perusahaan yang tidak di laporkan senilai lebih dari satu milyar dolar. Dengan pengungkapan ini nilai investasi dan laba yang di tahan (retained earning) berkurang dalam jumlah yang sama.
  7. Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan kriminal dalam bentuk penghancuran dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan Enron (penghambatan terhadap proses peradilan
  8. Dana pensiun Enron sebagian besar diinvestasikan dalam bentuk saham Enron. Sementara itu harga saham Enron terus menurun sampai hampir tidak ada nilainya.
  9. KAP Andersen diberhentikan sebagai auditor enron pada pertengahan juni 2002. sementara KAP Andersen menyatakan bahwa penugasan Audit oleh Enron telah berakhir pada saat Enron mengajukan proses kebangkrutan pada 2 Desember 2001.
  10. CEO Enron, Kenneth Lay mengundurkan diri pada tanggal 2 Januari 2002 akan tetapi masih dipertahankan posisinya di dewan direktur perusahaan. Pada tanggal 4 februari Mr. Lay mengundurkan diri dari dewan direktur perusahaan.
  11. Tanggal 28 februari 2002 KAP Andersen menawarkan ganti rugi 750 Juta US dollar untuk menyelesaikan berbagai gugatan hukum yang diajukan kepada KAP Andersen.
  12. Pemerintahan Amerika (The US General Services Administration) melarang Enron dan KAP Andersen untuk melakukan kontrak pekerjaan dengan lembaga pemerintahan di Amerika.
  13. tanggal 14 Maret 2002 departemen kehakiman Amerika memvonis KAP Andersen bersalah atas tuduhan melakukan penghambatan dalam proses peradilan karena telah menghancurkan dokumen-dokumen yang sedang di selidiki.
  14. KAP Andersen terus menerima konsekwensi negatif dari kasus Enron berupa kehilangan klien, pembelotan afiliasi yang bergabung dengan KAP yang lain dan pengungkapan yang meningkat mengenai keterlibatan pegawai KAP Andersen dalam kasus Enron.
  15. tanggal 22 Maret 2002 mantan ketua Federal Reserve, Paul Volkcer, yang direkrut untuk melakukan revisi terhadap praktek audit dan meningkatkan kembali citra KAP Andersen mengusulkan agar manajeman KAP Andersen yang ada diberhentikan dan membentuk suatu komite yang diketuai oleh Paul sendiri untuk menyusun manajemen baru.
  16. tanggal 26 Maret 2002 CEO Andersen Joseph Berandino mengundurkan diri dari jabatannya.
  17. Tanggal 8 April 2002 seorang partner KAP Andersen, David Duncan, yang bertindak sebagai penanggungjawab audit Enron mengaku bersalah atas tuduhan melakukan hambatan proses peradilan dan setuju untuk menjadi saksi kunci dipengadilan bagi kasus KAP Andersen dan Enron .
  18. tanggal 9 April 2002 Jeffrey McMahon mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden dan Chief Opereting Officer Enron yang berlaku efektif 1 Juni 2002.
  19. Tanggal 15 Juni 2002 juri federal di Houston menyatakan KAP Andersen bersalah telah melakukan hambatan terhadap proses peradilan.
Dalam kasus Enron tersebut inti dari pelanggaran kode etik yang dilakukan adalah manipulasi laporan keuangan, yaitu dengan melebih – lebihkan laba bersih perusahaan. Manipulasi keuntungan tersebut dilakukan karena keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain, dalam hal ini pihak – pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. Hal ini buah dari ketidakjujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak.




KASUS WORLD.COM
Merupakan perusahaan telekomunikasi yang telah mengakuisisi perusahaan telekomunikasi lain. Meningkatkan pendapatnnya dari $152 juta pada tahun 1990 menjadi $392 milyar pada 2001, yang pada akhirnya menempatkan worldcom pada posisi ke 42 dari 500 perusahan lainnya menurut versi majah fortune.

Pada tahun 1990 terjadi masalah fundamental ekonomi pada Worldcom karena pada tahun 1998 Amerika mengalami resesi ekonomi sehingga permintaan terhadap infrastruktur internet berkurang drastis. Hal ini berimbas pada pendapatan Worldcom yang menurun drastis sehingga pendpatan ini jauh dari yang diharapkan.

Worldcom bukan satu-satunya perusahaan yang memiliki masalah keuangan pda saat itu, perusahaan lain yang mengalami masalah keuangan antara lain Qwest Communications, Global Crossing, Adelphia, Lucent Technologies,dan Enron. Seperti perusahaan tadi investor di Worldcom mengalami kerugian besar. Nilai pasar saham perusahaan Worldcom turun dari sekitar 150 milyar dollar (januari 2000) menjadi hanya sekitar $150 juta (1 juli 2002). Keadaan ini membuat pihak manajemen berusaha melakukan praktek-praktek akuntansi untuk menghindari berita buruk tersebut.

Dengan memindahkan akun beban kepada akun modal, Worldcom mampu menaikkan pendapatan atau laba. Worldcom mampu menaikan laba karena akun beban dicatat lebih rendah, sedangkan akun aset dicatat lebih tinggi karena beban kapitalisasi disajikan sebagai beban investasi. Kalau hal itu tidak terdeteksi praktek ini akan berakibat pendapatan bersih yang lebih rendah dalam tahun-tahun berikutnya. Karena beban kapitalisasi jaringan tersebut akan didepresiasikan.secara esensi beban kapitalisasi jaringan akan memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan biayanya dalam beberapa tahun dimasa depan, mungkin antara 10 tahun bahkan lebih.

Staf akuntan Worldcom telah diwawancara sebelum tanggal 25 Juni. Pada Maret 2002 SEC meminta data dari perusahaan berupa item-item yang berhubungan dengan Laporan Keuangan. Termasuk didalamnya :
1.      komisi penjualan dan tagihan-tagihan yang bermasalah
2.      sanksi administrsi terhadap pendapatan yang berhubungn dengan pelanggan dalam sekala besar
3.      kebijakan akuntansi untuk merger
4.      pinjaman kepada CEO
5.      integrasi sistem komputer Worldcom dengan MCI
6.      analisis ekspektasi pendapatan saham WC

Kepala keuangan worldcom diminta untuk mengkoreksi salah saji/salah pengklasifikasiannya. Setelah berdiskusi lebih lanjut Scott D. Sullivan dipecat pada saat Worldcom mengadakan pengumuman.. Dilaporkan bahwa Sullivan tidak pernah mengkonsultasikan penyajian tersebut kepada Artuhr Anderson selaku auditor eksernal pada tahun 2001. dan Arthur Anderson pun menyatakan bahwa Sullivan tidak pernah berkonsultasi dengan nya.

Pada tanggal 15 Juli,Tauzi yang merupakan House Energy and Commerce Committee mengatakan bahwa berdasarkan dokumen-dokumen internal dan email Worldcom mengindikasikan bahwa sebenarnya pihak eksekutif sudah mengetahui salah saji  sejak awal musim panas 2000 silam.
Internal auditor adalah pertahanan awal terhadap kesalahan paktek-praktek akuntansi dan kecurangan akuntansi. beberapa pengamat menyatakan bahwa Arthur Anderson tahu mengenai salah saji yang dilakukan pihak Worldcom. Karena seharusnya Arthur Anderson bertugas untuk mengaudit kesalah semacam itu, apalagi kesalah ini sangat material. Beberapa pengamat juga menyatakan bahwa Arthur Anderson seharusnya lebih peka terhadap kondisi keuangan Worldcom, yang dapat mengakibatkan manajemen perusahaan melakuakan hal diluar kewajaran praktek akuntansi.

Dampak
25 Juni 2002, saham Worldcom dari $64,5 pada pertengahan 1999 menjadi kurang dari $2 per saham. Dan turun lagi hingga kurang dari $1 yang akhirnya nilai sahamnya kurang dari 1 sen. Para pegawai Worldcom yang mempunyai saham perusahaan sebagai bagian dari dana pensiun mereka juga mengalami kerugian. Pada akhir tahun 2000 sekitar 32 % atau $642,3 juta dana pensiun mereka berupa saham.Dan mengumumkan akan memberhentikan 17.000 karyawan dari total 85 ribu karyawan.

21 Juli 2002, Worldcom mengikuti program proteksi kebangkrutan sementara dari departemen kehakiman Amerika serikat. Worldcom melaporkan aset sebesar $103 milyar dengan total utang $41 milyar. Kebangkrutan Worldcom merupakan kebangkrutan yang paling besar di Amerika Serikat
Pada tahun 2004 Worldcom berubah nama mnjadi MCI, dan CEO Worldcom diganti dari Ebbers menjadi john Sidgemore. Scott D. Sullivan didakwa dengan hukuman penjara maksimum 25 tahun penjara sedangkan Ebbers didakwa dengan hukuman penjara lebih dari 25 tahun.

sumber: